Artikel Karir, Kata Motivasi » Rekan Kerja » Menemani Rekan Yang Depresi
Menemani Rekan Yang Depresi
Pada jaman yang sulit seperti sekarang, dengan keadaan negara yang terpuruk dan kehidupan yang semakin sulit, banyak orang mengalami depresi. Depresi tentunya bukan tergolong penyakit menular, tapi bisa saja menularkan pengaruhnya hingga membuat orang disekeliling ikut tertekan. Jika rekan kerja Anda tengah mengalami depresi bukan berarti sebagai bukti solidaritas lantas Anda ikut serta.
Anda mungkin bermaksud bersimpati tapi bukan berarti menerima mentah-mentah kata-kata penuh tekanan yang mereka tunjukan. Misalnya saja suatu hari mereka mengeluh tak bisa bangun di pagi hari, jangan terima itu. Bersikukuh dan beri dorongan dengan menyatakan sebaliknya, kalau mereka bisa, bersimpatilah, buatkan secangkir teh, buatkan santapan dan tekankan kalau mereka harus segera bekerja. Anda tak dapat menolong dengan menghalalkan tingkah depresi yang mereka tunjukan.
Rasa depresi sedikit banyak akan membawa pengaruh pada kehidupan Anda sendiri. Ada hal-hal yang mungkin mesti Anda kerjakan bersama mereka, namun mungkin mereka tak menghendakinya. Cobalah sebisa mungkin untuk tak membuatnya mengendalikan Anda. Saat dia tak mau diajak untuk mengerjakan sebuah tugas, di lain sisi hal tersebut sangat berarti bagi Anda, kerjakan sendiri yang menjadi bagian Anda, dan mintalah masukan dari atasan atau rekan kerja yang lainnya mengenai bagian rekan kerja Anda.
Karena dengan mewujudkan rasa simpati dengan mengerjakan bagiannya, Anda hanya akan menuruti rasa depresi yang ia rasakan, selain menghalalkan penyakit psikologinya. Dengan memberi tahu kepada atasan, bukan berarti Anda tengah mengadukannya karena tidak mengerjakan tugas, tetapi jelaskan kondisi psikologi yang dideritanya, sehingga atasan dapat mengambil tindakan, misalnya dengan mengizinkannya mengambil cuti kerja.
Kenalilah seberat apapun apapun depresinya, bukan berarti ia tak dapat melakukan apapun. Pasti ada sesuatu yang masih dapat dilakukannya, mungkin sesuatu yang masih dinikmatinya. Yakinkan, Anda mengetahui hal itu, buat dia tahu kalau Anda menghargai apa yang dilakukannya. Ingat, dia juga punya sisi yang sedang depresi tapi juga sisi lain yang sehat. Biasanya Anda lebih menekankan perhatian pada bagian yang sedang mengalami depresi, tapi yang lebih penting, kenali bagian sehat dari dirinya. Ajaklah menuju tempat yang menurut Anda sesuai dengan kehendak rasa bahagianya, dan membiarkan rekan Anda untuk menikmati seluruh malam untuk menyegarkan kembali mentalnya.
Mungkin, seringkali rekan berada dalam posisi, menyalahkan Anda untuk masalah yang dihadapinya. Mereka mungkin mengatakan hal-hal yang menyudutkan Anda, atau apapun yang mencoba membuat Anda merasa bersalah. Mungkin Anda juga akan mulai merasa bersalah, selayaknya seperti yang terjadi pada setiap orang yang dikelilingi hal-hal buruk. Namun tak perlu menyerah dan risau, untuk juga menyalahkan diri sendiri. Penyesalan atau apapun yang ia katakan adalah kesalahannya sendiri, tetapi tak perlu untuk balik menudingnya, karena hal tersebut juga takkan berguna banyak.
Pada masa-masa sulit ini, Anda mungkin terdorong pada pemikiran kalau Anda bisa melakukan apapun untuk memperbaikinya. Memang memperbaiki keadaan bukanlah hal yang mustahil. Tentu saja, ada hal yang dapat Anda lakukan untuk membantunya mengatasi depresi tersebut tapi Anda bukan superman atau gatot kaca, hingga mampu melakukan segalanya. Hal yang perlu di lakukan adalah mencari akarnya. Anda memiliki keterbatasan untuk melakukan segala sesuatu.
